Sejarah Borobodur yang Menarik untuk Diketahui

Sejarah Borobodur yang Menarik untuk Diketahui

Sejarah Borobodur adalah salah satu hal yang menarik untuk diketahui oleh anak muda. Kompleks Candi Borobudur adalah monumen Buddha terbesar di dunia, berukuran sekitar 63 hektar. Borobudur adalah kuil Buddha Mahayana yang terletak di Jawa, Tengah danĀ  dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Sailendra (c. 650-1025 M).

UNESCO menetapkan Kompleks Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1991 karena unik. Borobodur menjadi situs wisata yang paling banyak dikunjungi di Indonesia dan memainkan peran penting dalam arsitektur dan identitas budaya Indonesia.

Sejarah Borobodur

Kompleks Candi Borobudur adalah salah satu monumen Buddha paling signifikan di dunia. Tidak ada catatan mengenai konstruksi atau tujuannya. Namun, banyak yang percaya itu dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 selama Dinasti Sailendra. Para ahli arkeologi dan ilmiah sepakat bahwa pembangunan Borobudur berakhir sekitar 800-825 M, dan banyak yang percaya bahwa Raja Samaratungga mengawasi pembangunan candi.

Ada perbedaan pendapat antara sejarawan modern tentang peristiwa politik dan budaya yang menyebabkan pembangunan Borobudur. Beberapa sejarawan menyatakan bahwa dinasti Sanjaya mulai membangun sebuah candi Hindu di daerah tersebut sekitar tahun 775 M.

Namun, mereka mungkin telah diusir dari situs oleh dinasti Sailendra dan tidak dapat menyelesaikan candi. Beberapa sejarawan Jawa percaya bahwa dinasti Sailendra dan Sanjaya adalah keluarga yang sama dan dukungan agama berubah karena keyakinan pribadi.

Penyebab sebenarnya dari ditinggalkannya Borobudur tidak jelas, dan alasan ditinggalkannya tetap tidak diketahui, tetapi ada beberapa teori. Beberapa berteori bahwa letusan gunung berapi di daerah tersebut menyebabkan Kerajaan Mataram memindahkan ibu kotanya dari Borobudur pada abad ke-10 atau ke-11, yang mungkin telah menurunkan signifikansi keagamaan candi.

See also  Tips Tawar Menawar Saat Berbelanja Dalam Bahasa Inggris

Selanjutnya, kedatangan Islam pada abad ke-9 dan ke-10 dan konversi yang cepat ke agama di abad ke-15 mungkin telah mengurangi pentingnya Borobudur bagi orang Jawa yang masuk Islam. Selain itu, letusan gunung berapi selama berabad-abad dan pertumbuhan hutan hujan, di antara peristiwa alam lainnya, mungkin telah menyebabkan candi menjadi tidak dapat diakses.

Selama berabad-abad, abu vulkanik dan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh menutupi kuil sampai orang Inggris Thomas Stamford Raffles mengorganisir ekspedisi untuk menemukannya kembali pada tahun 1814. Setelah penemuan kembali, situs tersebut menjadi hotspot untuk penelitian dan penyelidikan arkeologi.

Ada beberapa upaya untuk mengembalikan Borobudur. Pemugaran pertama berlangsung dari tahun 1907 hingga 1911, dan pemugaran kedua selesai pada tahun 1983. Pada tahun 1968, Indonesia dan PBB bekerja untuk meluncurkan kampanye untuk merestorasi Borobudur, dan selama 15 tahun berikutnya, $ 20 juta dikumpulkan untuk mendukung rencana.

Setelah upaya besar-besaran untuk merebut kembali patung dan mengembalikan batu, Borobudur dibersihkan, dibangun kembali, dan dibuka kembali untuk umum. Anda yang mungkin sedang di Magelang, jangan lewatkan untuk mengunjungi Borobodur.

Bukan hanya karena sejarah Borobudur saja, namun karena wisatanya juga memiliki banyak keunikan. Ada banyak juga wisata dekat Candi Borobudur yang tidak kalah bagusnya untuk dikunjungi.